Kota Mojokerto (Hanacaraka: ꦑꦸꦛꦩꦗꦏꦼꦂꦠ) adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak 50 km barat daya Surabaya, wilayah kota ini dikelilingi oleh Kabupaten Mojokerto.
Kota ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dilihat dari
penerimaan asli daerah setiap tahun mengalami peningkatan. Kota
Mojokerto merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan
metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila. Alun-alun
Kota Mojokerto terletak di pusat kota. Bagi warga Kota Mojokerto dan
sekitarnya dulu merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana
bersantai bagi keluarga di akhir pekan.namun Sekarang Alun - Alun di
kosongkan dan Pedagangnya di Pindahkan ke Jl.Benteng Pancasila yang
tidak jauh dari Kediaman Walikota Mojokerto.
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat merupakan salah satu gereja
tertua di Kota Mojokerto dan merupakan peninggalan zaman Belanda. Masjid
Agung Al-Fattah didirikan pada zaman Belanda tepatnya pada tanggal 7
Mei 1878 berada di pusat kota sebelah Barat Aloon-aloon.
Klenteng Hok Siang Kiong didirikan pada tahun 1895. Ciri khas kedua
bangunan itu adalah bentuk arsitekturnya yang khas Cina. Bagi mereka
yang senang berolahraga dapat menempuh perjalanan 1 km di arena jogging track
di Dermaga sungai Brantas Indah. Di lokasi ini juga terdapat warung
lesehan yang menyediakan beberapa macam makanan. Rekreasi keluarga
lainnya dapat dikunjungi Pemandian Sekar Sari terletak di tengah kota.
Tempat rekreasi ini dilengkapi kolam renang dengan fasilitas bermain
untuk anak-anak, wartel, toko alat-alat olah raga dan rumah makan yang
menjual beraneka ragam makanan (bakso, kikil, soto ayam, dan lain-lain).
[2]
Jalan Benteng Pancasila, Kecamatan Magersari merupakan pusat
keramaian terbaru di kota Mojokerto. Di Jalan Ini terdapat Pusat Jualan
PKL yang menjual beragam produk dari produk garmen sampai sepatu dan
tas. selain itu juga Jalan Benteng Pancasila tau biasa disebut Benpas
merupakan tempat berkumpul kawula muda Mojokerto dan wilayah sekitarnya
seperti Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Kediri, Surabaya hingga
Pasuruan di malam minggu dan di hari libur nasional.
Selain itu disini terdapat situs sejarah yang dilindungi Situs Trowulan karena merupakn pusat kerajaan Majapahit pada masa lalu.
BUDAYA
1. Tradisi Grebeg Suro Mojopahit
Tradisi Grebeg Suro Mojopahit
Tradisi Grebeg Suro Majapahit adalah tradisi tahunan yang
dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di
pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain :
Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan
rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit
dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tradisi Grebeg
Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung
(permohonan keselamatan dan kesejahteraan) bagi bumi nusantara.
2. Seni Bantengan
Seni Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di
desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng
Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup
bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini
sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama
Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng
yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah
pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat
rumahnya.
Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa
Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang
didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang
dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi
gerakannya menggambarkan, gerakan – gerakan dan sikap banteng sewaktu
sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan
musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang
berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai
dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai. Begitulah
cerita singkat seni Bantengan.
3. Ludruk
Kesenian Ludruk
Ludruk termasuk seni teater tradisional yang sangat digemari oleh
masyarakat Mojokerto. Untuk menarik para penggemar seni teater ludruk
pada pegelarannya sudah mulai dikembangkan dan banyak kreasi baru.
Penampilan yang lebih segar memberikan pesona tersendiri bagi
penggemarnya. Kesenian ludruk terdapat di Kecamatan Kemlagi dan Jetis.
4. Ujung
Kesenian Ujung
Kesenian Ujung tumbuh menjadi kesenian rakyat sebagai visualisasi
perjuangan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, pada saat
mengalahkan bala tentara Tartar. Dalam atraksi kesenian ujung, dua orang
petarung atau lebih melakukan aksi saling cambuk satu sama lain
menggunakan rotan. Pertarungan dilakukan secara sportif dan dalam
suasana bersahabat meski terkadang sampai bercucuran darah. Rotan adalah
simbol senjata “Sodo Lanang” yang digunakan Raden Wijaya dalam
pertempuran melawan bala tentara Tar-tar.
5. Kuda Lumping
Kuda Lumping
Kesenian Kuda Lumping adalah gambaran dari sebuah refleksi proses
kehidupan sosial masyarakat, dalam keberadaan dan perkembangannya di
wilayah Kabupaten Mojokerto cukup positif.
Onde-onde
Onde-onde merupakan jajanan yang terbuat dari tepung ketan dengan
dalamnya terdapat isi kacang hijau, onde-onde ini berbentuk bulat serta
diselimuti wijen pada bagian luarnya. Sangat cocok dihidangkan dalam
keadaan masih hangat.
2. Krupuk Rambak
Krupuk Rambak
Kerupuk khas Mojokerto ini paling banyak dihasilkan di Desa Domas
Kecamatan Trowulan dan Desa Kauman Kecamatan Bangsal. kerupuk ini
berbahan dasar kulit sapi dan kerbau.
3. Sambel Wader
Sambel Wader
Wader ini merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai. Untuk
mengolah ikan ini menjadi makanan,yaitu ikan yang sudah di bersihkan
dapat di padukan aneka bahan rempah-rempah bawang dan lain2, terkhir di
goreng, makanan ini sangat gurih dan nikmat. untuk penyajian biasanya di
sajikan dengan sambal dan nasi putih.
4. Sate Keong
Sate Keong
Keong sendiri adalah satu jenis hewan bercangkang yang banyak hidup
di persawahan. Untuk mengolah menjadi sate keong pertama kita
mengeluarkan keong dari cangkangnya. Proses pengeluarkan keong dari
cangkangnyapertama dengan merebusnya hingga mendidih. kemudian kita
mencongkel keong dari cangkangnya. Jika keong sudah keluar dari
cangkangnya baru kita dapat menusuknya dengan tusuk sate dan membakarnya
diatas bara arang. Maka jadilah sate keong yang lezat jika diberi bumbu
sebagaimana umumnya.
5. Krupuk Upil
Krupuk Upil
Krupuk upil ini merupakan krupuk yang proses penggorengannya
dilakukan dengan menggunakan pasir panas. untuk memakan krupuk ini
biasanya krupuk upil didampingi dengan sambal petis.
Sekadar diketahui pakaian khas Kota Mojokerto diciptakan untuk
dijadikan ciri khas busana daerah Kota Mojokerto. Terlihat elegan dan
dapat dikenakan untuk kegiatan sehari-hari dengan sentuhan model dan
warna kekinian. Pakaian khas Kota Mojokerto dipengaruhi budaya China,
Arab dan Majapahit.
Warna oranye dipilih karena warna khas Kota Mojokerto. Mengandung
makna yang hangat, gembira, menyenangkan, antusias dan seimbang.
Sementara warna hitam melambangkan ketegasan dan kewibawaan. Kain batik
yang digunakan merupakan motif batik rengkik oranye karya perajin batik
Kota Mojokerto.
Model bulat melambangkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan
masyarakat Kota Mojokerto. Busana pria, model beskap Jawa Timuran.
Modifikasi Jawa Timur, China dan Arab. China diwakili oleh kancing dan
kerah sanghai mewakili busana khas Jawa Timur.
Kancing berjumlah 5 melambangkan jumlah sila pada Pancasila. Celana
warna hitam yang mewakili ciri kemandirian serta kesederhanaan. Dan
menggunakan sepatu warna hitam, yang mempunyai arti ikut mengembangkan
dan melestarikan industri persepatuan Kota Mojokerto.
Busana wanita merupakan modifikasi kebaya berenda model encim
(China). Model kebaya Jawa Timur yang mempunyai ciri khas renda dan
model kancing dalam (kutubaru) menggambarkan tentang wanita Kota
Mojokerto yang hangat, bersahabat dan mempunyai pikiran positif dan
inovatif.
Bawahan untuk wanita memakai jarik batik motif rengkik warna orange
yang menggambarkan wanita Kota Mojokerto yang selalu dapat menjaga
martabat dan harga dirinya sebagai wanita yang mandiri. Untuk wanita
yang berhijab, memakai jilbab segi empat berwarna merah yang
melambangkan berani, dinamis dan percaya diri.
2. Alun-alun Kota Mojokerto
Alun-alun Mojokerto
Alun-alun merupakan jantung keramaian Kota Mojokerto. Lokasinya berada di pusat kota.
Di kawasan alun-alun inilah kegiatan warga kota berpusat. Pada pagi
hari biasanya digunakan untuk arena berolah raga warga kota, sedangkan
malam harinya berubah menjadi pusat kuliner terbesar di Kota Mojokerto
dimana terdapat ratusan pedagang makanan dan minuman menyajikan beragam
pilihan menu dan selera.
0 Responses so far.
Posting Komentar